Banten – DPW Garuda Astacita Nusantara Provinsi Banten mengembangkan program ketahanan pangan berbasis sistem swakelola yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan lahan dan sumber daya lokal.
Dalam lawatannya ke lokasi pengembangan aneka pakan di wilayah Pamulang, Ketua yang didampingi oleh Bendahara Umum GAN Banten berpendapat, program ini dinilai mampu menciptakan nilai tambah ekonomi tanpa memerlukan modal besar, serta membantu menekan angka pengangguran.
Harsya Wardhana, Ketua DPW GAN Banten, mengatakan, program ini bersifat simbiosis mutualisme dan didesain untuk memberikan manfaat ganda, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan peternak.
“Kami kembangkan budidaya pakan ternak alternatif seperti azolla, kiambang, dan maggot yang jauh lebih murah dari pakan pabrikan, namun tetap higienis dan organik,” ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan WhatsAppnya (19/7/2025)
Azolla sendiri merupakan tanaman air yang kaya protein dan bisa digunakan sebagai pakan ikan, ayam, bebek, hingga kambing. Sementara maggot atau larva lalat Black Soldier Fly (BSF) menjadi sumber protein tinggi yang mudah dibudidayakan.
“Dengan ekosistem sederhana ini, masyarakat bisa mengembangkan peternakan ikan, unggas, bahkan ruminansia, tanpa bergantung pada pakan pabrik yang harganya terus naik,” tambah Harsya.
Program ini telah disiapkan dengan lahan pribadi dan ke depan akan diperluas melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kota, kabupaten, maupun provinsi. GAN Banten juga berencana berkolaborasi dengan dinas terkait seperti Dinas Pertanian, Perindustrian, Ketahanan Pangan hingga UMKM untuk menjamin keberlanjutan program.
“Ini merupakan bentuk nyata kontribusi kami dalam mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam sektor kedaulatan pangan nasional,” tandasnya Harsya.
Dibawah struktur GAN Banten, bidang pertanian dan ketahanan pangan ia mengklaim memiliki tenaga khusus yang dibilang ahli dibidangnya. Ia optimis, jika konsep bidang ketahanan pangan dikembangkan, masalah sampah perkotaan, kebutuhan pakan ternak dan industri atau UMKM akan sangat terbantukan.
“Pastinya ini sangat membantu pemerintah provinsi Banten, khususnya Kota atau Kabupaten yang ada diwilayahnya. Yang pertama, sampah dapat terurai baik dengan maggot, ekonomi dapat tumbuh dan membantu petani mendapatkan pakan terjangkau yang baik serta berkualitas,” terangnya
Ia mengapresiasi, sosok bidang pertanian dan ketahanan pangan telah maksimal sebelum GAN terbentuk. Ada mesin penggerak sumber daya manusia (SDM) yakni mantan ketua Dewan Tani Indonesia (DTI) Tangsel, Tb. Ardhiansyah Adhit, dan juga ahli pertanian bersertifikat dari Edi Suganda yang merupakan inisiator Gerakan Cinta Prabowo (GCP).
“Akan kami coba kolaborasikan. Sosok yang saya sebutkan tadi udah nggak asing lagi di Tangsel. Dan loyalitas dan pengabdian seorang Edi Suganda juga tak perlu diragukan lagi. Beliau sudah berbuat banyak untuk masyarakat. Ia memiliki pengetahuan yang luar biasa,”tandasnya (Adt)
